Jepang dikenali sebagai salah satunya negara paling maju di dunia. Salah satunya factor yang membuat Jepang disebutkan negara maju ialah kualitas sumber daya manusianya. Warga Jepang dikenali punyai karakter disiplin, teratur dan santun. Pertanyaannya, kok dapat sich beberapa orang Jepang punyai kedisiplinan setinggi itu?

Setelah itu point yang paling membandingkan skema asuh di Jepang dan di beberapa negara lain. Di negara lain, terhitung di Indonesia beberapa orangtua sama-sama mengulas anak mereka. Sebutlah saja membesarkan hati prestasi, mengulas sikap nakal anaknya sampai sharing masalah permasalahan kesehatan. Nah orangtua di Jepang malah kebalikannya. Mereka tidak pernah ingin mengulas masalah kehidupan anaknya pada seseorang.

Mereka condong rahasiakan kehidupan pribadinya, terhitung kehidupan si anak. Biasanya ibu-ibu Jepang cuman memberitahu hal yang fundamental seperti anaknya turut club basket atau berkuliah di salah satunya Kampus. Sesungguhnya kerahasiaan ini terkait dengan kompetisi mengasuh anak antara orangtua. Beberapa orangtua kerap mendesak anaknya untuk sukses dan masuk di kampus terbaik untuk hari esok yang berkilau.

Cukup aneh rasanya bila kita sebagai orangtua menasihati anak tetapi kita sendiri tidak memberikan contoh sikap baik. Orangtua di Jepang selalu usaha menunjukkan pada beberapa anak mereka karakter-sifat bagus untuk diikuti. Walau demikian mereka tidak akan biarkan anak-anaknya usaha sendiri, mereka akan memberi contoh sekali supaya si anak dapat pahami dan mengetahui jika orang tuanya ialah anutan.

Disamping itu orang Jepang tidak pernah batasi tontonan, bacaan atau musik beberapa anak mereka. Mereka yakin jika semua hal itu membuat kehidupan dan edukasi beberapa anak mereka imbang.

Paling akhir ialah hal yang paling penting. Orangtua di Jepang selalu dekatkan beberapa anak mereka dengan alam. Orangtua Jepang yakin jika tumbuh bersama alam ialah hal yang paling prima untuk beberapa anak mereka. Tidak mengejutkan, tiap akhir minggu banyak keluarga yang pergi rekreasi ke taman atau camping di rimba bersama.

Nah, memang ya beda negara, beda juga skema asuhnya. Beda keluarga, pasti beda juga langkah mendidiknya. Mudah-mudahan artikel ini dapat memberi wacana dan pencerahan baru bagi beberapa ibu dan ayah untuk hari esok beberapa anak kita yang lebih bagus. Yok mengambil baik-baiknya dan sepertikan dengan keperluan dan budaya di keluarga kita setiap ?

error: Content is protected !!